OJK dan BI Inisiasi PIDI, DIGDAYA x Hackathon 2026 Perkuat Talenta Digital Sektor Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI) menginisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai langkah strategis memperkuat inovasi dan pengembangan talenta digital di sektor jasa keuangan nasional.

Peluncuran inisiatif ini ditandai dengan penyelenggaraan Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) x Hackathon 2026 bertema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” yang digelar di Kantor Bank Indonesia, Senin. Kegiatan berlangsung secara hybrid dan dihadiri jajaran pimpinan regulator serta pelaku industri.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Kepala Eksekutif Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK Hasan Fawzi.

Friderica menegaskan pentingnya sinergi regulator dalam mencetak generasi muda sebagai motor inovasi digital masa depan. Menurutnya, peserta dari seluruh Indonesia akan melalui proses kaderisasi, pembinaan, dan pelatihan agar mampu melahirkan solusi teknologi yang aplikatif dan berdampak nyata bagi sektor jasa keuangan.

Ia juga menyoroti peran transformasi digital dalam mendorong inovasi bisnis dan memperluas inklusi keuangan. Meski demikian, aspek tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen tetap menjadi prioritas.

Salah satu langkah konkret yang telah dihadirkan regulator adalah pembentukan Indonesia Anti-Scam Center sebagai bagian dari mitigasi risiko digitalisasi dan penguatan kebijakan pelindungan masyarakat.

PIDI: Inovasi yang Kreatif dan Bertanggung Jawab

PIDI diposisikan sebagai pusat kolaborasi inovasi sektor jasa keuangan yang mengedepankan tata kelola baik, manajemen risiko kuat, dan pelindungan konsumen optimal. Dengan demikian, inovasi yang lahir tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dan bertanggung jawab.

DIGDAYA menjadi tahap penguatan melalui mentoring, pembekalan, serta jejaring industri agar solusi memiliki kesiapan implementasi dan daya saing. Sementara Hackathon berfungsi sebagai wahana innovation experimentation untuk menjawab tantangan nasional melalui solusi teknologi yang kolaboratif dan terstruktur.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

1.300 Peserta dan Registrasi Terbuka

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua ASPI Santoso Liem, Ketua Dewan Kehormatan/Etik AFTECH Harun Reksodiputro, Ketua APUVINDO Ari Rizaldi, Ketua Umum YPPI Priyanto Budi Nugroho, serta Direktur Utama LPPI Heru Kristiyana.

Sebanyak 1.300 peserta dari mahasiswa, pesantren, komunitas digital, hingga pelaku usaha jasa keuangan mengikuti kegiatan ini.

Penyelenggaraan PIDI sekaligus menandai dibukanya registrasi Hackathon 2026 untuk kategori profesional dan mahasiswa. Pendaftaran berlangsung mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026 melalui laman resmi: https://pidi.id.

Melalui PIDI dan DIGDAYA x Hackathon 2026, OJK dan BI membuka ruang tumbuh bagi talenta digital Indonesia untuk berkompetisi, membangun jejaring, serta menguji solusi inovatif yang siap diimplementasikan di industri jasa keuangan nasional.

Rekomendasi